Keambiguan suatu kalimat

Kemaren kan gw abis ngeluarin artikel ini tentang “celana dalam Islam”. Gw baru aja nyadar kalo nigh judul ambigu soalnya bisa berarti dua makna yaitu celana di dalam pandangan Islam dan yang kedua ini yang salah degh yaitu “celana dalam” Islam,,,hehehe 😛

Kalam artikel ini sekalian melarat eh meralat judul artikel kemaren jadi “celana menurut pandangan Islam”

Ngomong2 ttg ambigu eh ada artikel menarik ttg ambigu
coba baca ini degh

Advertisements

Pindah lagi

sebenarnya gw sekarang udah punya blog di blogspot [disini] namun jadi pengen juga punya blog di wp :P, sebenernya anak Fasilkom UI yang setau gw aktif ngeblog pake blogspot namun awalnya gw juga bingung nih mau ngeblog diblogspot atau di wp, akhirnya gw putusin buat nyoba dulu di blogpot, tercatat udah 16 artikel di blog gw yang di blogspot, tadi juga abis baca2 artikel mas (eh mas apa pak yah, biyar akrab manggil mas aja :P) romi dan mas budi rahardjo, jadi kepengen degh ngeblog di wp, dan mungkin pindah lagi gw ngeblognya dari dulunya ganti nama domain tonder.blogspot.com terus jadi tonidermawan.blogpsot.com eeh sekarang malah mau ke wp, cape degh :P, tapi gw mending kayak mas rahardjo, dia ngeblog di banyak tempat gw udah liat dua tempat ngeblognya dia,,,,,

Insya Allah gw te2p ngeblog di blogspot namun akan lebih banyak di wp :D, gw jadi promosi gini,,, hohoho

Demo menurut Islam berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah

Mungkin ini salah satu artikel yang cukup berat untuk saya tampilkan namun saya tetap berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah,
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman“Sungguh jika engkau mengikuti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Al An’aam: 116)

Saya rasa ini masalah demo atau demonstrasi ini cukup penting mengingat status saya sebagai mahasiswa, sedangkan kaum mahasiswalah yang banyak melakukan demo, mungkin saja ada yang belum tahu masalah demo yang ditinjau dari Islam.

Allah Ta’ala berfirman, “Serulah (manusia) agar kembali kepada jalan Rabbmu dengan penuh hikmah serta nasehat yang baik, dan (bila perlu) berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” (An Nahl: 125)

Di sini saya memang tidak menulis langsung artikel tentang demo dari sudut pandang Islam namun saya akan memberikan sebuah tulisan dari Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar yang berjudul “Demonstrasi, Solusi Atau Polusi” ?

Karena saya merasa Anda tidak mungkin membaca di blog saya karena tulisan terlalu panjang maka saya hanya memberikan link saja yaitu di sini

Artikel lain yang berhubungan dengan masalah ini dengan judul artikel “Sikap Kepada Penguasa Yang Dhalim” dapat Anda baca di sini

Saya rasa ini cukup jelas masalah demo tentunya tidak sesuai dengan Islam, mungkin memang ini cukup berat bagi sebagian besar mahasiswa yang beragama Islam namun
Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allahlah yang maha tahu sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Al Baqoroh: 216)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Takut masuk UI?

Mau masuk UI, siapa takut?Kalau anda memiliki potensi dan kecerdasan yang tinggi, walaupun tidak mempunyai biaya, tenang aja.

Mengutip dari franova dan hening, Jangan takut masuk UI…..

Jadi jangan takut donk kalau mau masuk UI….

Plagiat: kebiasaan atau sudah biasa?

Tentunya temen-temen udah pada tau kan apa itu plagiat?Plagiat atau bahasa indonesianya mencontek, memang kalau ditilik dari sejarah mencontek (ada ga yah siapa yang pertama kali mencontek?) saya memang tidak tahu kapan saya mencontek pertama kali. Tapi seinget saya waktu sd saya belum pernah yang namanya mencontek namun menginjak smp kelas 2 paradigma berpikir saya berpikir saya berubah, karena temen-temen smp saya banyak yang mencontek saya juga berpikir untuk menyontek, alhasil saya jadi tukang nyontek namun saya saat kelas satu sma, teman-teman saya banyak yang mengingatkan saya untuk tidak menyontek, mungkin sebagian orang menyontek itu karena untuk mendapat nilai yang bagus, mungkin karena dia belum belajar atau ada faktor x lainnya, pengaruh lingkungan memang beperan seperti yang dialami oleh saya, terkadang saya masih suka menyontek ketika sma karena memang saya belum belajar ataupun saya tidak menyukai pelajaran tsb, seperti sejarah, karena saya tidak suka pelajaran yang dihapal.

Terlepas dari masalah kebiasaan atau sudah biasa, saya masih bingung nyata2nya banyak sekali pelajar kita yang menyontek apalagi di dunia perkuliahan pun masih banyak yang mencontek, apalagi pada saat skripsi, tesis maupun disertasi , mahasiswa melakukan plagiat, hal ini tentunya membuat prihati bangsa kita, malaj sebagian sinetron yang kita tonton merupakan hasil plagiat, wah ternyata ada artikel yang cukup bagus yang bisa dibaca, kebiasaan menyontek melahirkan koruptor (http://kompas.com/kompas-cetak/0501/07/opini/1482860.htm). Dan kebiasaan menyontek ini merupakan salah satu imbas dari rendahnya minat baca masyarakat indonesia, seperti yang dialami oleh saya, mungkin juga ada alasan-alasan lain. Tapi bukan berarti plagiat itu tidak boleh namun ada juga yang dibolehkan malah diwajibkan yaitu sebenernya kata “plagiat” ini kurang pantas, namun lebih cocok mencontoh kepada Nabi Muhammad saw.

Tapi memang menurut saya jika mncontek yang benar itu selalu menyantumkan sumber yang diconteknya (lho?ini kan bukan mencontek namanya), hal inilah yang harus selalu dilakukan oleh kita dalam menulis, tentunya saya insya Allah mencantumkan sumber-sumber darimana tulisan saya jika tulisan itu memang bukan karya saya, karena mungkin saja jika di dalam tulisan yang dituangkan melalui pemikiran saya, terdapat pula sumber-sumber yang mendukung tulisan saya.

Kesimpulannya, terserah kepada Anda, plagiat: kebiasaan atau sudah biasa?Namun saya katakan tidak pada mencontek, Allah bersifat Maha Melihat, jadi jika kita tidak ketauan mencontek namun Allah akan selalu melihat,,

Pacaran 2.0

Emmh akhirnya ngeluarin pacaran versi 2,,,,, Masalah ini sebenarnya cukup pelik untuk dibahas, karena sebagian orang menyepelekan masalah ini, berikut secuil kisah “Aih, Kenapa sih,…kok islam melarang pacaran?? Begitu keluhan fulan. Buat Fulan ia melihat ada sisi positif yang bisa diambil dari pacaran ini. Pacaran atau menurutnya ‘penjajakan’ antara dua insan lain jenis sebelum menikah sangat penting agar masing-masing pihak dapat mengetahui karakter satu sama lainnya (dan biasanya untuk memahami karakter pasangannya ada yang bertahun-tahun berpacaran lho!!).Fulan menambahkan ,”Jadi dengan berpacaran kita akan lebih banyak belajar dan tahu, tanpa pacaran ?? Ibarat membeli kucing dalam karung!! Enggak deh…!” kemudian ia menambahkan “Bila suka dan serius bisa diteruskan ke pelaminan bila tidak ya,..cukup sampai disini..bye-bye!!, Mudahkan?”…hmm…Fulan tidakkah engkau melihat dampak buruk dari berpacaran ini, ketika masing-masing pihak memutuskan berpisah??…Fulan apakah engkau yakin benar apabila “putus dari pacaran” hati ini tidak sakit? Benarkah hati ini bisa melupakan bekas-bekas dari pacaran itu? Tidakkah hati ini kecewa, pedih, atau ikut menangis bersama butiran air mata yang menetes?? Sulit dibayangkan!Karena memang begitulah yang saya lihat di depan mata menyaksikan orang yang baru saja putus pacaran… “ (sumber: http://jilbab.or.id/ dengan sedikit perubahan)

Emmh begitulah pendapat dari seorang fulan, kebanyakan dari kita mungkin mengetahui bahwa pacaran itu dilarang, namun mereka seolah acuh tak acuh ,,, tapi saya belum membahas kenapa pacaran itu dilarang,,,tunggu edisi berikutnya

Mau baca artikel selengkapnya di sini

Perubahan ke arah yang lebih baik

Assalamulaikum,

Udah lama nih ga posting, biarpun blog gw belom ada yang baca, tapi kata Pak BR (Budi Rahardjo) mengenai membuat CV melalui internet salah satu caranya adalah dengan sering menulis di blog, akhirnya gw kembali lagi semangat untuk menulis blog yang baru namun dengan nama gw tentunya, namun blog gw yang lama bakal gw pindahin kesini, mulai sekarang gw bakal mulai nulis lagi degh, biarpun ga ada yang baca namun menulis tetap menulis, walaupun nyampah gak guna, toh yang penting gw ngasih info baik yang gw tau dari internet maupun info2 dari internet yang gw ubah tentunya, soalnya ada orang yang bilang ke gw kalo nulis blog itu harusnya yang fresh (bener2 tulisan kita). Padahal menurut gw ga kayak gitu juga, soalnya ada bagian2 yang kita harus beri rujukan misalkan masalah agama yang sangat krusial.

Tentunya blog ini Insya 4WI akan membahas masalah dunia IT baik yang Open Source maupun yang nggak,,,,,dan masalah2 agama pun akan gw bahas,,,,mungkin ada juga masalah2 nyampah 😛

Tapi insya 4WI gw bakal ngeluarin artikel perminggunya (kalo bisa) minimal 1 artikel,,,